Mengukir Generasi Global: MA Roudlotul Jadid Wujudkan ‘Gema Berbaris’ Kemenag Jatim Melalui Program ‘Sobahul Lughoh’

Upaya Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur untuk mencetak madrasah yang unggul dalam penguasaan bahasa asing disambut antusias oleh berbagai satuan pendidikan. Program inisiatif Kanwil Kemenag Jatim yang bertajuk “Gema Berbaris” (Gerakan Madrasah Berbahasa Arab dan Inggris) bertujuan untuk menanamkan budaya komunikasi global di lingkungan madrasah.

Di Kabupaten Lumajang, gerakan ini mulai menunjukkan hasilnya. Salah satu madrasah yang menjadi pelopor implementasi program ini secara kreatif adalah Madrasah Aliyah (MA) Roudlotul Jadid. Sejak awal September 2025, MA Roudlotul Jadid telah mengintegrasikan semangat Gema Berbaris ke dalam program unggulan lokal mereka yang dinamakan “Sobahul Lughoh”.

Sobahul Lughoh: Gerakan Pagi Penguatan Bahasa

“Sobahul Lughoh” atau secara harfiah berarti “Pagi Bahasa” adalah rutinitas wajib yang dilakukan oleh seluruh peserta didik MA Roudlotul Jadid setiap pagi, tepat sebelum jam pelajaran formal dimulai. Program ini dirancang untuk memaksimalkan waktu efektif siswa dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif, sesuai dengan visi Gema Berbaris.

Pelaksanaan Sobahul Lughoh berfokus pada dua bahasa asing utama yang menjadi penekanan Kanwil Kemenag: Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Aktivitas inti dalam program ini meliputi:

  1. Penyampaian Vocabulary dan Mufrodat: Setiap hari, siswa dibiasakan mendengar dan mengucapkan kosakata baru, baik dalam Bahasa Inggris (vocabulary) maupun Bahasa Arab (mufrodat), yang berkaitan dengan tema harian atau materi pelajaran yang akan dipelajari.
  2. Latihan Dialog Praktis: Peserta didik didorong untuk langsung mempraktikkan kosakata yang baru mereka dapatkan melalui sesi dialog singkat dan sederhana. Sesi ini biasanya dilakukan secara berpasangan atau berkelompok kecil di halaman madrasah atau di dalam kelas, menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri dalam berbicara.

Kepala MA Roudlotul Jadid, saat dikonfirmasi, menyatakan bahwa Sobahul Lughoh menjadi jembatan konkret bagi madrasah untuk merealisasikan visi Gema Berbaris.

“Gema Berbaris dari Kemenag Jatim adalah spirit. Sobahul Lughoh adalah wadah kami di MA Roudlotul Jadid untuk menterjemahkan spirit itu menjadi aksi nyata. Kami ingin anak-anak merasa bahwa Bahasa Arab dan Inggris itu bukan hanya pelajaran di kelas, tapi alat komunikasi sehari-hari,” ujarnya.

Mendukung Visi Madrasah Mandiri Berprestasi

Pelaksanaan Sobahul Lughoh yang dilakukan MA Roudlotul Jadid ini menunjukkan komitmen kuat madrasah di lingkungan Kemenag Lumajang dalam mendukung visi pendidikan nasional, terutama dalam penguatan kompetensi global. Dengan dilaksanakannya program ini secara konsisten sejak September 2025, diharapkan lulusan MA Roudlotul Jadid tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan umum, tetapi juga memiliki bekal komunikasi yang mumpuni untuk bersaing di kancah nasional maupun internasional, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan budaya berbahasa di lingkungan madrasah.

Gerakan ini menjadi contoh nyata bahwa inovasi pendidikan dapat dimulai dari kebiasaan kecil namun dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. MA Roudlotul Jadid telah berhasil mengukir langkah awal yang signifikan dalam mempersiapkan generasi muda madrasah yang fasih berbahasa dan siap menghadapi tantangan zaman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top